- Penanaman kepala sapi atau kepala kerbau dalam melaksanakan suatu pembangunan (gedung, jembatan dan sebagainya) hukumnya haram (tidak boleh) karena didalamnya terdapat unsur mubadzir, membuang harta yang masih bisa dimanfaatkan sebagai manusia.
وَلَا تُبَذِّرۡ تَبۡذِيرًا ٢٦ إِنَّ ٱلۡمُبَذِّرِينَ كَانُوٓاْ إِخۡوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِۖ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورٗا ٢٧
Artinya: Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnhya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithan, dan syaithan itu sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al-Israa ayat 26-27).
- Lebih sangat salah lagi jika terdapat unsur kepercayaan yang tidak pernah diajarkan Allah dan Rasul-Nya seperti untuk menolak gangguan jin/makhluk halus dan lainnya karena hal tersebut terdapat unsur syirik yang sangat dilarang oleh Allah:
لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ
Artinya: Janganlah kamu syirik (mempersekutukan) Allah, sesungguhnya syirik itu kezhaliman yang besar. (QS. Luqman ayat 13).
لَّا تَجۡعَلۡ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتَقۡعُدَ مَذۡمُومٗا مَّخۡذُولٗا ٢٢ ۞وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ ….٢٣
Artinya: Janganlah kamu adakan Tuhan yang lain disamping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela lagi terhina. Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. (QS. Al- Isra ayat 22-23).
- Kepercayaan kepada jin dan makhluk halus adalah masalah ghaib, kuncinya hanya ada pada Allah, dan jangan berpegang tanpa ilmu dari Allah dan RasulNya:
وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلۡغَيۡبِ لَا يَعۡلَمُهَآ إِلَّا هُوَۚ ٥٩
Artinya: Dan pada Allah semua kunci yang ghaib, tidak ada yang mengetahui perkara ghaib selain Dia. (QS. Al-An’aam ayat 59).
وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسُۡٔولٗا
Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawaban. (QS. Al Israa Ayat 36).
- Pemberitahuan, alamat, tanda yang diperoleh melalui mimpi tidak dapat diperpegangi, karena yang datang dalam mimpi itu seringkali syaithan mengganggu menyerupai seseorang bahkan bisa menyerupai seorang ulama dan sebagainya:
الرؤيا ثلاثة : منها تهاويل من الشيطان ليحزن ابن ادم، ومنها ما يهم به الرجل فى يقظته فيراه فى منامه، ومنها جزء من ستةواربعين جزاء من النبوة
Artinya: Mimpi itu ada 3 (tiga) macam:
- gangguan syaithan untuk membuat rasa duka anak Adam
- yang telah dicita-citakan seseorang pada waktu jaganya lalu terbawa dalam mimpinya.
- salah satu dari 46 bagian dari kenabian (mimpi yang baik). (H.S.R. Ibnu Majah dari ‘Auf bin Malik).
من رأنى فى المنام فقد رأنى فان الشيطان لا يتمثل بى
Artinya: Barangsiapa bermimpi melihat aku dalam tidurnya maka sesungguhnya ia benar melihat aku, karena syaithan tidak dapat menyerupai aku. (H.S.R. Ahmad, Bukhari, Tirmidzi dari Anas).
Hadits ini memberikan pengertian bahwa sebaliknya selain Nabi SAW syaithan bisa menyerupainya. Karena itu kalau bermimpi melihat seorang ulama atau orang tua dan sebagainya sesungguhnya kemungkinan besar bahwa itu adalah syaithan.
Bahsulmasaail hari Sabtu 3 Agustus 1996M/ 18 R. Awal 1417 M
Samarinda tgl. 16 Agustus 1996/ 1 R.Akhir 1417H
MAJELIS ULAMA INDONESIA
DAERAH TK. I KALIMANTAN TIMUR
Ketua Umum Ketua Komisi Fatwa
K.H. SABRANITY K.H. SAAD IJAN SALEH, BA
