- Apa, mengapa dan betapa nishfu sya’ban (malam ke-15 bulan sya’ban itu) terdapat keterangan hadits Nabi SAW :
ان الله تعالى ينزل ليلة النصف من شعبان الى سماء الدنيا فيغفر لاكثر من عدد شعر غنم كلب
Artinya : Sesungguhnya Allah Ta’ala turun ke langit dunia (menurunkan rahmatNya pada malam nishfu sya’ban, lalu memberikan ampunan kepada makhlukNya sebanyak bilangan bulu kambing Bani Kalab. (H.H.R. Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Siti Aisyah) – Kitab Al Jami’ushshagir Lissayuthi halaman I/78).
عن عائشة قالت : فقدت رسول الله صلى الله عليه و سلم ليلة فخرجت فاذا هو بالبقيع فقال أكنت تخافين ان يحيف الله عليك ورسوله ؟ فقلت يارسول الله ظننت انك اتيت بعض نسائك فقال : ان الله تبارك وتعالى ينزل ليلة النصف من شعبان الى سماء الدنيا فيغفر لاكثر من عدد شعرغنم كلب
Artinya : Dari Aisyah r.a mengatakan : Aku kehilangan Rasulullah SAW pada suatu malam, lalu aku keluar (mencarinya), maka aku mendapatkannya sedang berada di kuburan Baqi’, seraya beliau berkata : Apakah kamu khawatir Allah dan RasulNya mengkhianatimu ?, Aku menjawab : Ya Rasulullah aku mengira bahwa engkau mendatangi istrimu yang lain. Lalu beliau berkata : Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia (menurunkan rahmatNya) pada malam nishfu sya’ban lalu memberikan ampunan kepada makhlukNya sebanyak bilangan bulu kambing Bani Kalab. (Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi termuat dalam Sunannya buku jilid II halaman 121).
عن ابى موسى الاشعرى عن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : ان الله ليطلع فى ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه الا لمشرك او مشاخن
Artinya: Dari Abi Musa Al-Asy’ary, dari Rasulullah SAW berkata : Sesungguhnya Allah datang/naik (mencurahkan rahmatNya) pada malam nishfu sya’ban, lalu memberikan ampunan kepada semua makhlukNya kecuali bagi orang musyrik atau sedang dendam permusuhan. (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, termuat dalam susunannya buku jilid I halaman 444 hadits ke 1390.
عن عبدالله ابن عمرو رضى الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : يطلع الله عز وجل الى خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لعباده الا اثنين : مشاخنا وقاتل نفس
Artinya: Dari Abdullah bin Umar, dari Nabi SAW berkata : Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla datang/naik (mencurahkan-rahmatNya) kepada makhlukNya pada malam nishfu sya’ban lalu memberikan ampunan kepada hambanNya kecuali dua golongan (yang tidak diampuni) yaitu orang yang sedang dendam bermusuhan dan pembunuh seseorang. (Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad).
عن عائشة قالت فقدت النبى صلى الله عليه و سلم ذات ليلة فخرجت اطلبه فإذاهو بالبقيع رافع رأسه الى السماء فقال عائشة أكنت تخافين ان يحيف الله عليك ورسوله؟ قالت قد قلت : وما بى ذلك ولكنى ظننت انك اتيت بعض نسائك فقال : ان الله تعالى ينزل ليلة النصف من شعبان الى سماء الدنيا فيغفر لاكثر من عدد شعر غنم كلب
Artinya: Dari Aisyah mengatakan: Aku kehilangan Nabi SAW pada suatu malam, lalu aku keluar mencarinya, maka aku mendapatkannya di kuburan Baqi’, ia mengangkat kepalanya ke langit. Seraya ia berkata kepadaku hai Aisyah apakah kamu khawatir Allah dan RasulNya mengkhianatimu? Kata Aisyah aku menjawab : Aku bukan demikian ya Rasulullah dan tetapi aku mengira engkau mendatangi istrimu yang lain. Lalu beliau berkata : Sesungguhnya Allah Ta’ala turun ke langit dunia (menurunkan rahmatNya) pada malam nishfu sya’ban lalu memberikan ampunan kepada makhlukNya sebanyak-banyak bilangan bulu kambing Bani Kalab. (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, termuat dalam sunannya buku jilid I halaman 444 hadits ke 1389).
- Oleh karena malam nishfu sya’ban Allah mencurahkan rahmatNya dan memberikan ampunanNya, maka setiap orang islam tidak sepantasnya mengotorinya dengan kemaksiatan, bahkan hendaknya di isi dengan memperbanyak ibadah (sholat sunnat, tilawatil qur’an, istighfar, dzikir dan do’a) bahkan Imam Ghazali dalam kitabnya Ihyaa’Ulumuddin halaman I/182 dan sayed Muhammad Haqqun Nazili dalam Kitab Khazinatul-Asrar halaman 37 menyebutkan pada malam nishfu sya’ban sunnat sholat 100 raka’at yang mereka sebut sholatulkhair dan mereka kerjakan berjamaah karena didapat keterangan tidak kurang dari 35 orang sahabat Nabi SAW mengerjakannya. Namun kemudian sholat tersebut oleh pengarang Kitab I’anatuthalibin halaman I/270 dan pengarang Kitab Durratunnashihin halaman 319 menyebutkannya sebagai bid’ah tercela. Tetapi bagaimana keterangan dari Nabi SAW dapat kita perhatikan hadits berikut ini :
اذا كانت ليلة النصف من شعبان فقوموا ليلها وصوموا نهارها فان الله ينزل فيها لغروب الشمس الى سماء الدنيا فيقول : الا من مستغفر لى فاغفرله، الا من مسترزق فارزقه، الامن مبتلى فاعافيه، الا كذاالاكذا حتى يطلع الفجر
Artinya: Apabila tiba malam nishfu sya’ban, maka tegakkanlah qiyam (ibadah, sholat, istighfar, tilawah, dzikir dan do’a) pada malamnya dan puasalah pada siangnya, karena sesungguhnya Allah turun (menurunkan rahmatNya) pada malam itu sejak terbenam matahari, lalu Ia berkata : Ketahuilah orang yang meminta ampun kepadaKu maka Aku ampuni dia, Ketahuilah orang yang meminta rezeki maka Aku akan beri rezeki dia, Ketahuilah orang yang dapat musibah minta minta terhindar maka Aku akan ‘afiatkan/selamatkan dia, Ketahuilah dan ketahuilah demikianlah seterusnya sampai timbul fajar. (Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah, termuat dalam sunannya buku jilid I halaman 444 hadits ke 1388).
عن عائشة رضى الله عنها قالت : قام رسول الله صلى الله عليه و سلم من الليل فصلى فاطال السجود حتى ظننت انه قد قضى، فلما رأيت ذلك قمت حتى حركت ابهامه فتحرك فرجعت فسمعته يقول فى سجوده : اعوذ بعفوك من عقابك، واعوذ برضاك من سخطك، واعوذبك منك لا احصى ثناء عليك، انت كما اثنيت على نفسك، فلما فرغ من صلاته قال لها : هذه ليلة النصف من شعبان ان الله عز و جل يطلع على عباده فى ليلة النصف من شعبان فيغفر للمستغفرين، ويرحم المسترحمين، ويؤخر اهل الحقد كماهم
Artinya: Dari Aisyah r.a. mengatakan: Pada suatu malam Rasulullah SAW bangun melakukan qiyam (ibadah), lalu sembahyang maka beliau memanjangkan sujudnya sehingga aku mengira beliau sudah wafat. Maka tatkala aku melihat demikian, aku segera bangun sehingga aku gerakkan ibu jarinya maka ia pun menggerakkannya. Kemudian aku kembali berbaring maka aku dengar ia berkata dalam sujudnya : Aku berlindung dengan maafMu dari siksaMu, aku berlindung dengan ridhoMu dari murkaMu, aku berlindung denganMu dariMu, aku tidak dapat menghinggakan pujian kepadaMu sebagaimana Engkau telah memuji diriMu. Maka setelah beliau selesai dari sholatnya beliau berkata kepada Aisyah : Ini malam nishfu sya’ban, sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla datang/naik (mencurahkan rahmatNya) kepada hambaNya pada malam nishfu sya’ban, lalu Ia mengampuni orang yang meminta ampun, merahmati orang yang meminta rahmat, dan Ia tunda memberikan ampunan dan rahmatNya kepada orang yang iri dengki sebagaimana mereka adanya. (Hadits ini diriwayatkan oleh Baihaqi dalam musnadnya).
- Dilandasi oleh keterangan hadits-hadits tersebut itulah para ulama kita terdahulu membawa ummatnya beramal ibadah dan berdo’a (dengan sholat sunnat dan membaca yasin berulang-ulang serta mendo’a) sejak setelah sholat maghrib pada setiap malam nishfu sya’ban. Dan do’a yang sangat pokok dalam pandangan mereka ialah :
- do’a minta kuatkan iman dan mati dalam Islam,
- do’a minta panjang umur untuk kuat ibadah,
- do’a minta rezeki murah untuk kuat ibadah.
Karena itu marilah kita beramal ibadah dan mendo’a sungguh-sungguh di malam nishfu sya’ban, semoga Allah mengabulkannya. Amin.
Bahsulmasaail hari Senin tgl. 23 Januari 1996 M/ 12 Sya’ban 1417 H
Samarinda tgl. 14 Sya’ban 1417 H
25Januari 1996 M
MAJELIS ULAMA INDONESIA
DAERAH TK. I KALIMANTAN TIMUR
Ketua Umum Ketua Komisi Fatwa
K.H. SABRANITY K.H. SAAD IJAN SALEH, BA
