Bolehkah binatang katak (kodok) dikonsumsi (dimakan)?

Ada orang yang mengkonsumsi  katak sebagai makanan dan obat, sehingga jenis binatang ampibi itu dianggap halal. Tapi ada orang yang tidak mau mengkonsumsinya dengan alasan haram hukumnya, karena katak itu termasuk binatang yang hidup dalam dua jenis alam, yaitu di darat yang kering dan di dalam air.

 

  1. Yang sahih dan diputuskan oleh Jumhur Ulama bahwa katak hukumnya haram, memang ada pendapat yang dha’if (lemah) menyatakan halalnya.

 

وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡخَبَٰٓئِثَ

Artinya: Dan Ia menghalalkan yang baik-baik dan mengharamkan segala yang buruk atas mereka. (QS. Al-A’raaf ayat 157).

 

نهى عن قتل الضفدع للدواء

 

Artinya: Rasulullah SAW melarang membunuh katak untuk obat. (H.H.R. Ahmad, Abu Daud, Annasai dan AlHakim dari Abd.Rahman bin Usman Attaimi).

 

وعدالشيخ ابو حامد وامام الحرمين من هذا الضرب الضفدع والسرطان وهما محرمان على المذهب الصحيح المنصوص وبه قطع الجمهور وفيهما قول ضعيف انهما حلال

 

Artinya: Syekh Abu Hamid dan Imam Haramain (Imam Rafi’I dan Imam Nawawi) memasukkan dalam jenis ini ialah katak dan kepiting di haramkan menurut madzhab yang sahieh dan ber-nash dan jumhur ulama telah memutuskannya, dan memang ada pendapat yang dha’if (lemah) menyatakan kehalalannya. (Kitab AlMajmu’ IX/32).

 

ولايحل اكل الضفدع لما روى ان النبى صلى الله عليه و سلم نهى عن قتل الضفدع، ولو حل اكله لم ينه عن قتله

 

Artinya: Dan tidak halal memakan katak karena ada riwayat bahwa Nabi Muhammad SAW melarang membunuh katak dan sekiranya halal memakannya tentulah Nabi Muhammad SAW tidak melarang membunuhnya. (Kitab AlMajmu’ IX/30).

 

ويحرم من الحيوان البحرى ضفدع وتماح وسلحفاة و سرطان

 

Artinya: Dan diantara binatang laut yang haram memakannya ialah katak, buaya, penyu dan kepiting. (Kitab I’anatuththalibin II/349).

 

ويحرم ما نهى عن قتله كالنمل والنحل والخطاف والصرد والهدهد ومااستخبثته العرب كالضفدع والسرطان والسلحفاة والبرغوث والزنبور

Artinya: Dan haram dimakan binatang yang dilarang membunuhnya seperti semut, lebah, burung layang-layang, burung shuradi dan burung hud-hud. Dan haram pula dimakan binatang yang dipandang kotor/ jijik oleh orang Arab (karena termasuk segala yang buruk yang dilarang Allah, seperti katak, kepiting, penyu, kutu dan kumbang, (Kitab TanwirulQulub halaman 257).

 

قدذكرنا ان الصحيح فى مذهبنا : حل جميع ميتات البحر الاالضفدع وحكاه العبدرى عن ابى بكرالصديق وعمر وعثمان وابن عباس رضى الله عنهم قال وقال مالك يحل الجميع سواء الضفدع وغيره، وقال ابو حنيفة لا يحل غيرالسمك

 

Artinya: Sesungguhnya kami ingat bahwa yang sahieh dalam madzhab kami (Syafi’i) ialah halal semua bangkai binatang laut kecuali katak (haram). Abdari telah meriwayatkannya demikian dari Abu Bakar, Umar, Usman dan Ibnu Abas ra. Dan ia mengatakan: Imam Malik berkata: halal semua bangkai binatang laut sama ada katak dan lainnya. Dan Abu Hanifah mengatakan: Tidak halal selain ikan. (AlMajmu’ IX/33).

 

Bahsulmasaail hari Sabtu tgl, 19 Jumadil Awal 1413 H/ 14 Nopember 1992 M

 

Samarinda tgl. 3 Januari 1993

 

MAJELIS ULAMA INDONESIA

TINGKAT I KALIMANTAN TIMUR

 

Ketua Umum                                                                Ketua Komisi Fatwa

 

ttd                                                                                  ttd

 

K.H.SABRANITY                                                   K.H. SAAD IJAN SALEH, BA

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *