- Dengan mutawatir banyak masyarakat dari berbagai suku bangsa dan negeri mengatakan adanya makhluk halus yang mereka sebut Hantu, yang dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan Hantu: ruh jahat, disebut ada hantu :
- Hantu Air, Hantu haru-haru
- Hantu Angin Hantu Jembalang
- Hantu Aru-aru Hantu Penunggu
- Hantu Belian Hantu Kangkung Ngiang-ngiang
- Hantu Bungkus Hantu Anak
- Hantu Hunian Hantu Kocong/ Pocong
- Hantu Siluman Hantu Pemburu
- Hantu Raya Hantu Denah
- Hantu Jahat Hantu Pocong seperti mayyit
- Hantu Golek Hantu Suluh
11.Tuyul, dan Syaithan Gundul 22. Hantu Gunung (Hantu Rimba, Laut, Sungai dsb).
Hantu-hantu tersebut tidak dikenal dalam ajaran Islam, namun sebutan itu hanyalah nama dan dalam ajaran aqidah Islam kita imani adanya makhluk yang disebut Malaikat dan Jin. Malaikat makhluk Tuhan bertubuh halus diciptakan dari nur dan diberikan kemampuan oleh Tuhan dapat menampakkan dirinya menyerupai manusia yang baik dan tidak dalam rupa yang buruk, sedangkan Jin makhluk Tuhan bertubuh halus seperti malaikat yang diciptakan dari nyala api yang panas serta diberikan kemampuan oleh Tuhan dapat menampakkan dirinya menyerupai makhluk lainnya dalam rupa yang baik dan buruk menakutkan. Pandangan manusia di batasi oleh Tuhan sehingga tidak dapat melihat mereka dalam bentuk aslinya kecuali mereka menampakkan dirinya dalam bentuk yang dilihat:
خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ كَٱلۡفَخَّارِ . وَخَلَقَ ٱلۡجَآنَّ مِن مَّارِجٖ مِّن نَّارٖ
Artinya: Dia (Allah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.; Dan Dia menciptakan jin dari nyala api. (QS. Ar-Rahman ayat 14-15).
وَٱلۡجَآنَّ خَلَقۡنَٰهُ مِن قَبۡلُ مِن نَّارِ ٱلسَّمُومِ
Artinya: Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (QS. Al-Hijr ayat 27).
خلقت الملائكة من نور وخلق الجان من مارج من نار وخلق ادم مماوصف لكم
Artinya: Malaikat diciptakan dari nur, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah disifatkan kepadamu (dari tanah). (H.S.R. Muslim dari Aisyah).
الجن ثلاثة اصناف : فصنف لهم اجنحة يطيرون بها فى الهواء، وصنف حيات وكلاب، وصنف يحلون ويظعنون
Artinya: Jin ada 3 (tiga) golongan: Ada jin yang memiliki sayap terbang di udara, ada jin berupa ular dan anjing, dan adapula jin yang bisa menjelma menyerupai berbagai bentuk yang berbeda-beda serta berjalan pergi menghilang. (H.S.R. Thabrani, Al Hakim, dan Baihaqi dari Abi Tsa’labah).
خلق الله عز و جل الجن ثلاثة اصناف : صنف حيات وعقارب وحشاش الارض، وصنف كالريح فى الهواء، وصنف عليهم الحساب والعقاب
Artinya: Allah ‘azza wa jalla menciptakan jin 3 (tiga) golongan: satu golongan berupa ular, kala dan binatang melata di bumi. Satu golongan seperti angin di udara, dan satu golongan lagi (seperti manusia) mereka menerima hisab dan siksa. (H.Dh.R. Al Hakim, Ibnu Abiddunya, Abu Syekh dan Ibnu Mardawaih dari Abi Dardaa).
والجن اجسام نارية هوائية لها قدرة على التشكلات بالصور والشريفة والخسيسة وتحكم عليهم الصورة
Artinya: Jin ialah makhluk bertubuh halus laksana udara yang berasal dari api, memiliki kemampuan menampakkan dirinya dalam bentuk yang baik dan buruk dan rupa itu menetapkan adanya dan tiadanya atau mereka. (Tafsir Showi IV/252).
واماالجن فاجسم لطيفة هوائية تتشكل باشكال مختلفة ويظهرمنها افعال عجيبة
Artinya: Dan adapun jin itu ialah makhluk bertubuh halus laksana udara dapat menyerupakan dirinya dalam berbagai bentuk yang berbeda-beda dan nampak daripadanya perbuatan-perbuatan yang aneh-aneh. (Kitab Al Kaukabul Ajwaj halaman 152).
إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمۡ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنۡ حَيۡثُ لَا تَرَوۡنَهُمۡۗ
Artinya: Sesungguhnya ia (jin/iblis) dan pengikut-pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. (QS. Al-A’raaf ayat 27).
- Iblis adalah jin yang durhaka kepada Tuhan, demikian pula semua keturunannya kufur dan durhaka. Mereka semuanya disebut syaithan (orang yang terjauh dari rahmat Allah/ orang yang terkutuk, mereka hidupm sampai hari kiamat dan mereka menjadi musuh manusia, karena pekerjaannya mengganggu manusia, menggodanya dan menyesatkannya melalui bermacam-macam cara. Karena itu manusia harus waspada terhadap syaithan dan jangan mengikuti ajakannya:
وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ كَانَ مِنَ ٱلۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِۦٓۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُۥ وَذُرِّيَّتَهُۥٓ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِي وَهُمۡ لَكُمۡ عَدُوُّۢۚ بِئۡسَ لِلظَّٰلِمِينَ بَدَلٗا
Artinya: Dan ingatlah ketika Kami berkata kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis, ia dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan keturunannya sebagai pemimpin/ pelindung selain daripadaKu, sedang mereka adalah musuhmu? Amat busuklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang zhalim. (QS. Al Kahfi ayat 50).
وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٧٨ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ٧٩ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ ٨٠ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ ٨١ قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٢ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٨٣
Artinya: Dan sesungguhnya la’natKu tetap atasmu (Iblis) sampai hari pembalasan. Iblis berkata: Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan. Allah berkata: Sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang ditentukan waktunya (hari kiamat). Iblis menjawab Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya kecuali hamba-hambaMU yang mukhlas di antara mereka. (QS. Shod Ayat 78-83 dan ayat yang serupa pada Surah Al Hijr Ayat 35-40).
إِن يَدۡعُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ إِنَٰثٗا وَإِن يَدۡعُونَ إِلَّا شَيۡطَٰنٗا مَّرِيدٗا ١١٧ لَّعَنَهُ ٱللَّهُۘ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنۡ عِبَادِكَ نَصِيبٗا مَّفۡرُوضٗا ١١٨ وَلَأُضِلَّنَّهُمۡ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمۡ وَلَأٓمُرَنَّهُمۡ فَلَيُبَتِّكُنَّ ءَاذَانَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ وَلَأٓمُرَنَّهُمۡ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلۡقَ ٱللَّهِۚ وَمَن يَتَّخِذِ ٱلشَّيۡطَٰنَ وَلِيّٗا مِّن دُونِ ٱللَّهِ فَقَدۡ خَسِرَ خُسۡرَانٗا مُّبِينٗا ١١٩
Artinya: Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah berhala, dan dengan menyembah berhala itu mereka tidak lain hanyalah menyembah syaithan yang durhaka. Allah mela’nati syaithan itu, dan syaithan berkata : aku sungguh-sungguh akan mengambil dari hamba-hambaMu bahagian yang sudah ditentukan dan aku akan sesatkan mereka, dan aku akan bangkitkan angan-angan kosong pada mereka, dan akun akan menyuruh mereka memotong telinga binatang ternak dan aku akan menyuruh mereka merubah ciptaan (agama) Allah. Barangsiapa menjadikan syaithan sebagai pemimpin/ pelindungnya selain Allah maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (QS. An-Nisaa Ayat 117-119).
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ حَلَٰلٗا طَيِّبٗا وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٌ ١٦٨ إِنَّمَا يَأۡمُرُكُم بِٱلسُّوٓءِ وَٱلۡفَحۡشَآءِ وَأَن تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ١٦٩
Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan, sesungguhnya syaithan itu menyuruh kamu berbuat jahat dan keji dan supaya kamu mengatakan atas Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya. (QS. Al-Baqarah ayat 168-169).
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ وَمَن يَتَّبِعۡ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأۡمُرُ بِٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۚ وَلَوۡلَا فَضۡلُ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ وَرَحۡمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنۡ أَحَدٍ أَبَدٗا وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَآءُۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٞ
Artinya: Hai orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan, dan barangsiapa mengikuti langkah syaithan maka sesungguhnya syaithan itu menyuruh berbuat keji dan mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmatNya kepada kamu sekalian, niscaya tidaklah seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan jahat dan keji itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan orang yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nuur ayat 21).
- Bangsa jin yang bukan turunan iblis, seperti manusia ada yang beriman dan sholeh:
وَأَنَّا مِنَّا ٱلصَّٰلِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَۖ كُنَّا طَرَآئِقَ قِدَدٗا
Artinya: Bangsa jin berkata: Dan sesungguhnya kami bangsa ada yang saleh dan ada pula yang tidak soleh, kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (QS. Al Jin ayat 11).
وَأَنَّا مِنَّا ٱلۡمُسۡلِمُونَ وَمِنَّا ٱلۡقَٰسِطُونَۖ فَمَنۡ أَسۡلَمَ فَأُوْلَٰٓئِكَ تَحَرَّوۡاْ رَشَدٗا
Artinya: (Bangsa jin berkata): Dan sesungguhnya kami bangsa jin ada yang Islam dan ada pula yang menyimpang. Maka barangsiapa Islam, mereka memegang jalan lurus. (QS. Al Jin Ayat 14).
Bahsulmasaail hari Sabtu tgl. 18 Juli 1996 M/ 2 R. Awal 1417 H
Samarinda tgl. 12 Rabiul Awwal 1417 H
28 Juli 1996 M
MAJELIS ULAMA INDONESIA
DAERAH TK. I KALIMANTAN TIMUR
Ketua Umum Ketua Komisi Fatwa
K.H. SABRANITY K.H. SAAD IJAN SALEH, BA
