Kalimah (tulisan arab)membacanya menurut riwayat yang kuat huruf jim baris diatas, memang ada riwayat yang lemah membacanya huruf jim baris di bawah.

Bacaan kalimah tersebut terdapat pada bacaan do’a iftitah sholat, do’a bangkit dari ruku’ dan bacaan sesudah sholat, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi SAW yang berbunyi:

 

وعن عمررضى الله عنه انه كان يقول : سبحانك اللهم وبحمدك وتبارك اسمك وتعالى جدك ولا اله غيرك

Artinya: Dan dari Umar r.a. sesungguhnya ia membaca do’a iftitah: Maha Suci Engkau Ya Allah dan segala puji untukMU, Maha berkah namaMU dan Maha Tinggi kebesaranMu dan tidak ada Tuhan selain Kamu. (H.S.R. Muslim dan Daruquthni – Kitab Bulughul Maram halaman 54 hadits ke 287).

وعن ابى سعيد الخدرى رضى الله عنه قال : كان رسول الله صلى الله عليه و سلم اذارفع رأسه من الركوع قال : اللهم ربنا لك الحمد ملءالسموات والارض وملء ما شئت من شىء بعد اهل الثناء والمجد احق ما قال العبد – وكلنا لك عبد –  اللهم لا مانع لما اعطيت ولا معطى لما منعت ولا ينفع ذاالجد منك الجد

Artinya: Dan dari Abi Sa’id AlKhudri r.a. berkata: Rasulullah SAW apabila bangkit dari ruku’ membaca : ya Allah Tuhan kami untukMu segala puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki sesudah itu. Ahli puji dan sanjungan yang lebih berhak diucapkan hamba ialah-semua kami hamba bagi-Mu-Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah sesuatu yang Engkau cegah. Dan tiada bermanfaat yang mempunyai kekayaan, kekayaan itu ada pada Engkau. (H.S.R. Muslim – Kitab Bulughul Maram halaman 59 hadits ke 316).

عن المغيرة ابن شعبة رضى الله عنه : ان النبى صلى الله عليه و سلم كان يقول فى دبر كل صلاة مكتوبة : لااله الا الله وحده لاشريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير. اللهم لا مانع لما اعطيت ولا معطى لما منعت ولا ينفع ذاالجد منك الجد

Artinya: Dan dari Mughirah bin Syu’bah r.a : Bahwa Nabi SAW membaca setiap sesudah sholat fardhu: Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak sekutu bagiNya, milikNya segala kerajaan dan puji, dan Dia Mah Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang dapat mencegah sesuatu yang Engkau beri dan tidak ada yang dapat memberi sesuatu yang Engkau cegah. Dan tiada bermanfaat yang mempunyai kekayaan, kekayaan itu ada pada Engkau. (H.S.R. Muttafaq’alaih – Kitab Bulughul Maram halaman 65 hadits ke 340).

 

  1. Kalimah tersebut juga terdapat dalam AlQuran dengan huruf jim baris di atas جَدُّ yang berarti : kebesaran, yaitu firman Allah:

وَأَنَّهُۥ تَعَٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَٰحِبَةٗ وَلَا وَلَدٗا

Artinya: Dan bahwasanya : Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami. Dia tidak beristri dan tidak pula beranak. (QS. Al-Jin ayat 3).

 

  1. Kalimah الجدّ dipakai dalam beberapa pengertian :

والجد بفتح الجيم معناه الحظ اى لاينفع ذاالحظ من عقوبتك حظه بل ينفعه العمل الصالح وروى بالكسر للجيم ان ينفع جده واجتهاده وقد ضعفت رواية الكسر

Artinya: dan الجدّ dengan jim baris di ats pengertiannya bagian rezeki sehingga mengandung arti : Tidak bermanfaat bagian rezeki itu untuk menyelamatkan dari siksaMu tetapi yang bermanfaat ialah amal saleh. Dan diriwayatkan jim baris di bawah yang artinya segera dan kesungguhan dan riwayat jim baris di bawah adalah lemah. (Kitab Subulussalam I/180).

الجد يطلق على معان منها العظمة وهى المراد هنا ومنها الغناء والحظ ومنه ولا ينفع ذاالجد منك الجد ومنها ابو الاب، الجد بالكسر فهو السرعة فى الشىء ضد التاءنى

Artinya: الجدّ dipakai dalam beberapa arti: diantaranya artinya kebesaran dan inilah pengertian yang dimaksud dalam firman Allah Surah Al-Jin ayat 3, dan adapula artinya kekayaan dan inilah arti dalam bacaan: لاينفع ذاالجد منك الجد   ; (tiada bermanfaat yang mempunyai kekayaan, kekayaan itu ada pada Engkau), dan ada pula جَدّ artinya ka-e (bapaknya bapak) dan adapun الجدّ dengan jim baris dibawah artinya sesuatu yang segera lawan kata dari lambat. (Tafsir Showiy halaman IV/253).

 

والجد بفتح الجيم كما سلف قال البخارى معناه الغنى والمراد لاينفعه ولا ينجيه حظه فى الدنيا بالمال والولد والعظمة والسلطان وانما ينجيه فضلك ورحمتك

Artinya: Dan الجدّ dengan jim baris di atas sebagaimana telah lalu disebutkan pada Subulussalam halaman I/180, Imam Bukhari mengatakan: makna الجدّ ialah kekayaan. Dan yang dimaksud dalam bacaan ini ialah: Bagiannya yang ada di dunia berupa harta, anak, kebesaran dan kerajaan tidak memberikan manfaat kepadanya dan tidak menyelamatkannya, dan bahwasanya yang menyelamatkannya itu ialah karuniaMu dan rahmatMu ya Allah. (Kitab Subulussalam I/196).

 

Bahsulmasaail hari Rabu tgl. 3 Jumadil Akhir 1417 H/ 16 Oktober 1996 M

 

 

Samarinda tgl. 20Oktober 1996 M

 

MAJELIS ULAMA INDONESIA

DAERAH TK. I KALIMANTAN TIMUR

 

Ketua Umum                                                  Ketua Komisi Fatwa

 

 

 

K.H. SABRANITY                                     K.H. SAAD IJAN SALEH, BA

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *