RINGKASAN CERAMAH

 

MEMAKNAI KEMERDEKAAN

 

Oleh : Muhammad Syarwani, S.Pd., M.H

 

Pengurus Komisi Fatwa

Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur

 

Disiarkan oleh Pro 1 RRI Samarinda dalam program Mutiara Pagi

 

  1. Syukur Nikmat Kemerdekaan

 

  1. Patut merayakan kebahagiaan di bulan Agustus dengan memperingati, mensyukuri, dan mengingat perjuangan para pahlawan dan pendahulu bangsa.
  2. Kemerdekaan adalah nikmat besar dari Allah SWT yang patut disyukuri, membawa bangsa berdiri di atas kakinya sendiri dan menentukan nasibnya sendiri.
  3. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an tentang seruan untuk berjihad melawan kezaliman di suatu negeri, di mana orang-orang lemah (laki-laki, perempuan, dan anak kecil) terzalimi dan memohon pertolongan Tuhan untuk dibebaskan dari pemimpin zalim dan diberi penolong/pahlawan kemerdekaan.
  4. Nikmat kemerdekaan ini secara umum diberikan kepada segenap bangsa yang merasakan pedihnya penjajahan.
  5. Allah SWT memerintahkan untuk selalu mengingat nikmat Allah Taala terhadap kaum, seperti ketika diselamatkan dari penguasa zalim (Firaun) yang melakukan siksaan keras, membunuh anak laki-laki, dan membiarkan perempuan.
  6. Merayakan bulan kemerdekaan sebagai momen untuk mengingat masa lampau ketika menghadapi ujian, kemudian mensyukurinya setelah mendapatkan kemerdekaan, adalah hal yang dianjurkan dan direstui dalam Al-Qur’an.

 

  1. Bentuk Syukur Kemerdekaan : Menghapus Kezaliman dan Menegakkan Hukum

 

  1. Tujuan Kemerdekaan.

 

  1. Tujuan utama meraih kemerdekaan adalah menghapuskan kezaliman.
  2. Kezaliman bukan hanya penjajahan bangsa asing, tetapi yang lebih utama adalah penjajahan bangsa sendiri terhadap saudaranya sendiri.
  3. Orang-orang terjajah bermunajat, “Wahai Tuhan kami, keluarkan kami dari negeri di mana penduduknya itu amat zalim”.

 

  1. Kezaliman dalam Bertetangga dan Penegakan Hukum.

 

  1. Saking besarnya gangguan tetangga yang zalim, seseorang sampai berharap pergi dan merasa terusir dari kampungnya, dan orang semacam ini akan menghadapi azab luar biasa dari Allah SWT.
  2. Fenomena ini masih ada, terutama ketika penegakan hukum lemah, sehingga sekelompok orang merasa bebas bertindak tanpa tindakan tegas dari aparat yang berwenang, membuat sebagian masyarakat memilih berhijrah ke tempat yang lebih baik.

 

  1. Prinsip Keadilan Sahabat Umar bin Khattab

 

  1. Sahabat Umar bin Khattab pernah menghadapi pengaduan dari seorang kafir dzimmi (warga negara kelas 2) bahwa anak pejabat muslim di Mesir mengambil haknya.
  2. Umar bin Khattab memanggil anak pejabat dan ayahnya ke Madinah, lalu berkata: “Sejak kapan kalian memperlakukan masyarakat lain, manusia lain itu seperti budak. Sementara ibu-ibu mereka telah melahirkan mereka sebagai orang-orang yang merdeka”.
  3. Kalimat ini menunjukkan keadilan Umar bin Khattab terhadap seluruh rakyatnya, bahkan warga negara kelas 2, di mana hak-hak mereka tidak boleh diganggu gugat, bahkan oleh anak pejabat.

 

  1. Kewajiban Menegakkan Hukum.

 

Ungkapan syukur adalah dengan menegakkan hukum Allah SWT (dari Al-Qur’an dan Hadis) dan hukum-hukum kesepakatan untuk menjaga hak satu sama lain.

 

  1. Peringatan bagi Pemimpin.

 

  1. Nabi SAW bersabda, siapapun yang diamanahkan mengurus urusan kaum muslimin, kemudian ia sering menghilang dari kebutuhan, hajat, urusan, kepentingan, atau kefakiran mereka, maka Allah SWT akan menjauhkan pertolongan-Nya dan hajatnya pada Hari Kiamat.
  2. Pemimpin bukan hanya eksekutif, tetapi juga pemimpin rumah tangga.
  3. Tugas utama pemimpin yang mendapat amanah adalah memprioritaskan tugasnya.
  4. Ibadah sunah yang paling utama bagi pemimpin adalah melaksanakan tugas mereka dalam menyampaikan hajat kaum muslimin.
  5. Menjadi pemimpin bisa menjadi jalan pintas masuk surga dan mendapat ridha Allah hanya dengan berbekal menjalankan Rukun Islam yang lima dan benar-benar menjalankan tugas melayani kaum muslimin.

 

  1. Pentingnya Sistem Hukum yang Adil.

 

  1. Ungkapan syukur adalah memastikan terjalannya sistem hukum yang adil.
  2. Nabi SAW mengecam kezaliman dan lemahnya sistem hukum yang tidak dapat melindungi hak setiap orang.
  3. Nabi SAW mengecam keras kebiasaan masyarakat jahiliyah yang memberikan perlakuan khusus atau syafaat dalam hukum hudud
  4. Nabi SAW bersabda, yang menghancurkan bangsa-bangsa sebelum adalah ketika orang berkedudukan melakukan pelanggaran hukum, mereka dibiarkan, tetapi yang status sosialnya rendah dihukum.
  5. Beliau menegaskan, “Demi kemuliaan Allah Subhanahu wa taala. Andai Fatimah putri dari Muhammad itu mencuri, maka pasti aku sendiri yang akan menegakkan hukum tersebut”.
  6. Sistem hukum yang tidak adil berdampak pada mudahnya hak masyarakat terancam dan timbulnya sikap angkuh dan sombong pada sebagian masyarakat yang diuntungkan.
  7. Contohnya: orang yang memodifikasi kendaraan dengan strobo/sirene mirip petugas, atau mengintimidasi orang lain dan mengaku punya koneksi dengan pejabat.

 

 

  1. Sikap angkuh muncul dari penegakan hukum yang lemah.
  2. Nabi SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga orang-orang yang di hatinya itu ada sedikit pun rasa angkuh”.
  3. Definisi sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.
  4. Ciri-ciri Penduduk Neraka (ketika di dunia):
    1. Setiap orang yang sikapnya kasar dan bergaya angkuh serta sombong.
    2. Orang-orang yang menghimpun kekayaan lebih banyak, sehingga orang lain terhalang mendapatkan haknya.
    3. Contohnya: sekelompok kecil yang menguasai sumber daya alam dan merampas hak orang lain secara zalim, atau bertindak preman/mengganggu kaum muslimin lain dengan pungli.
  5. Ciri-ciri Penduduk Surga (di dunia):

Umumnya berasal dari orang-orang yang lemah dan terzalimi.

  1. Sistem sosial yang sakit (hukum lemah/tidak adil) akan melahirkan kekelompok minoritas yang menampakkan keangkuhannya.
  2. Menghapus kezaliman ini harus menjadi fokus perjuangan dan merupakan perintah Nabi SAW serta bagian dari syiar agama.

 

  1. Hakikat Kehidupan Sejahtera

 

  1. Allah SWT berfirman, “Siapapun yang beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, maka kami akan berikan kepada mereka itu kehidupan yang sejahtera dan kami akan berikan kepada mereka itu balasan yang tiada terputus atas amal terbaik yang mereka lakukan”.
  2. Segala nikmat dan fasilitas di muka bumi tiada lain adalah untuk membantu manusia menjadi hamba Allah Taala yang paripurna, membuktikan bahwa manusia adalah khalifah sempurna untuk memimpin, mengatur, dan mensyukuri nikmat Allah.
  3. Tujuan utama manusia hidup di dunia: semata-mata untuk menyembah Allah SWT.

 

  1. Tanya Jawab

 

  1. Pertanyaan 1: Pemimpin Zalim dan Solusinya

 

 

 

  1. Pertanyaan 2: Merayakan Kemerdekaan dengan Berjoget

 

 

 

  1. Pertanyaan 3: Makna Kemerdekaan Sejati dalam Islam

 

 

 

  1. Kesimpulan

 

  1. Mengingat, merenungkan, dan mensyukuri perjuangan meraih kemerdekaan adalah syiar yang diizinkan dan didorong oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an dan Hadis.
  2. Ungkapan syukur adalah dengan menegakkan hukum Allah dan hukum-hukum yang memastikan setiap orang mendapatkan bagiannya, menciptakan keadilan, dan memastikan tidak ada kelompok yang menindas atau menzalimi yang lain.
  3. Ekspresi kebahagiaan (lomba, nyanyi) diizinkan sepanjang tidak terjadi ikhtilat (campur baur) dan tidak melanggar hukum, mengusik ketenangan orang lain, atau memuat unsur-unsur yang dilarang oleh agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *