Majelis Ulama Daerah Tk. I Kalimantan Timur dalam pertemuan bahsulmasaailnya yang membahas masalah Zakat Profesi dan Penghasilan, dengan memperhatikan berbagai nash Alquran, Alhadits, pendapat para Ulama terdahulu, dengan bertawakkal kepada Allah dan mengharapkan ridhonNya, berkesimpulan bahwa:
- Zakat Profesi ialah zakat harta penghasilan profesional yaitu yang diperoleh dari hasil pekerjaan karena kecekatan tangan atau pun otak (seperti penghasilan seorang dokter, insinyur, konsultan, advokat, engineering, tukang dan lain sebagainya) baik yang dikerjakan sendiri tanpa tergantung kepada orang lain ataupun dikerjakan buat pihak orang lain (seperti pegwai, buruh, karyawan dan lain-lain) yang menerima penghasilan berupa upah, gaji, honorarium dan sebagainya.
- Zakat Penghasilan ialah zakat harta penghasilan yang diperoleh dari hasil semacam kontrakan penyewaan rumah/gedung/bangunan, penjualan tanah dan lain seumpamanya.
- Penghasilan profesional dan penghasilan semacam kontrakan penyewaan rumah tersebut, bila jumlahnya telah mencapai nilai nisab emas 94 gram wajib dibayar zakatnya 2,5%. Waktu wajib membayar zakatnya setelah mencapai haul (1 tahun pemilikan).
- Tetapi mengingat prinsip keadilan dalam ajaran Islam, maka jika para petani (ekonomi lemah) telah diwajibkan membayar zakat hasil pertaniannya pada waktu panennya, maka sangat terpujilah zakat profesi dan penghasilan (yang ekonominya lebih kuat dari para petani) menta’jilkan/ segera membayar zakatnya setelah uang diterimanya (tanpa harus menunggu haul waktu 1 tahun) seperti yang dilakukan oleh Ibnu Abas paman Nabi SAW yang menta’jilkan menyegerakan membayar zakatnya sebelum waktunya dan Nabi SAW mensahkan/membenarkannya.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبۡتُمۡ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah di jalan Allah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik. (QS. Al Baqarah Ayat 267). Pengertian nafkahkanlah di sini ialah shadaqah wajib yaitu zakat seperti disebutkan dalam Kitab Tafsir Showy Jalalain, Qurthubi dan Al Manar,
من استفاد مالا فلا زكاة حتى يحول عليه الحول
Artinya: Barangsiapa memperoleh harta penghasilan, maka tidak wajib zakat sebelum mencapai haul. (Hadits Dha’if riwayat Tirmidzi dari Ibnu Umar).
ليس على من استفاد مالا زكاة حتى يحول عليه الحول
Artinya: Tidak ada kewajiban zakat atas orang yang memperoleh harta penghasilan sebelum mencapai haul (Hadits Hasan riwayat Thabrani dari Ummi Saad).
ليس فى مال المستفيد زكاة حتى يحول عليه الحول
Artinya: Tidak ada kewajiban zakat atas harta penghasilan sebelum mencapai haul. (Hadits Hasan riwayat Baihaqi dari Ibnu Umar).
وَءَاتُواْ حَقَّهُۥ يَوۡمَ حَصَادِهِۦۖ
Artinya: Dan bayarlah hak zakatnya pada hari panennya. (QS. Al-An’aam ayat 141). Zakat pertanian wajib dibayar pada waktu setelah panennya/ tanpa harus menunggu haul 1 tahun.
عن على ان العباس سأل النبى صلى الله عليه و سلم فى تعجيل صدقته قبل ان تحل فرخص له فى ذلك
Artinya: Dari Ali bahwa Abas bertanya kepada Nabi SAW tentang menta’jilkan/ menyegerakan zakatnya sebelum haulnya maka nabi SAW memberikan rukhshah (kebolehan) tentang hal itu. (H. Riwayat Tirmidzi, Al Hakim, Baihaki dan Ashhabussunan).
وجاز للمالك دون الولى تعجيلها اى الزكاة قبل تمام حول لا قبل تمام نصاب فى غير التجارة، اما فى مال التجارة فيجزئ التعجيل وان لم يملك نصابا وينوى عند التعجيل كهذه زكاتى المعجلة
Artinya: Dan boleh bagi si pemilik harta bukan wali menta’jilkan/ menyegerakan membayar zakat hartanya sebelum cukup haulnya tetapi bukan sebelum cukup nisabnya pada harta yang bukan perdagangan. Adapun harta perdagangan/ perniagaan boleh menta’jilkan/ menyegerakan membayar zakatnya walaupun belum cukup haul dan belum cukup nisabnya. Dan niat ta’jil zakat itu ialah seperti diniatkan: Ini zakat hartaku yang dita’jilkan. (Kitab Fathul Mu’in halaman 52).
Bahsulmasaail hari Rabu tgl. 3 April 1996 M/ 14 Dzulqaidah 1416 H
Samarinda tgl. 29Muharram 1417 H
16 Juni 1996 M
MAJELIS ULAMA INDONESIA
DAERAH TK. I KALIMANTAN TIMUR
Ketua Umum Ketua Komisi Fatwa
K.H. SABRANITY K.H. SAAD IJAN SALEH, BA
