Orang kafir dan orang musyrik, tidak boleh masuk masjid kecuali seizin orang Islam, walaupun kenajisan mereka ma’nawy bukan najis lahir. Mereka tidak pantas memakmurkan masjid-masjid Allah, tetapi sumbangan mereka untuk masjid, sah dipergunakan.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡمُشۡرِكُونَ نَجَسٞ فَلَا يَقۡرَبُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ بَعۡدَ عَامِهِمۡ هَٰذَاۚ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati masjidil haram sesudah tahun ini (sesudah tahun 9 hijrah). (QS. At-Taubah ayat 28).
لكان لايدخل المساجد الا لغرض شرعى انهم نجس نجاسة معنوية لاحسية، وقال ابن عباس : اعيانهم نجاسة كالكلاب والخنازير وقال الحسن من صافح مشركا توضاء واهل المذاهب على خلاف ذلك فانهم طاهرون لانهم داخلون فى اية ولقدكرمنا بنى ادم
Artinya: Tetapi mereka (orang kafir dan musyrik) tidak boleh masuk masjid kecuali ada tujuan yang dibenarkan syara’. Sesungguhnya kenajisan mereka ma’nawi bukan fisik jasmani. Dan Ibnu Abas mengatakan, ‘ain mereka najis seperti najisnya anjing dan babi, dan Hasan berkata: Barangsiapa berjabat tangan dengan orang musyrik, hendaklah berwudhu, dan para ulama madzhab mengatakan menyalahi dari yang demikian itu karena sesungguhnya mereka juga suci termasuk dalam pengertian firmaan Allah: Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam. (QS. Al-Israa ayat 70). (Tafsir Ashshowi II/144).
ولكن لايدخلون المساجد الا باذن مسلم
Artinya: Dan tetapi mereka (orang kafir dan musyrik) tidak boleh masuk masjid kecuali seizin orang Islam. (Tafsir Al Manar X/277).
مَا كَانَ لِلۡمُشۡرِكِينَ أَن يَعۡمُرُواْ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ شَٰهِدِينَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِم بِٱلۡكُفۡرِۚ
Artinya: Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mangakui bahwa mereka sendiri kafir. (QS. At-Taubah ayat 17).
ويصح الوقف من الكافر ولو لمسجد و ان لم يعتقده قربة
Artinya: Dan sah wakaf dari orang kafir sekalipun untuk masjid dan meskipun ia tidak berniat pendekatan diri kepada Allah. (Kitab Al Bajuri II/63).
Bahsulmasaail hari Sabtu tgl. 19 Jumadil Awal 1413 H/ 14 Nopember 1992 M
Samarinda, 6 Januari 1993
MAJELIS ULAMA INDONESIA
DAERAH TK. I KALIMANTAN TIMUR
